facebook google instagram
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Kampusku
    • www.stikesbanyuwangi.ac.id

HIPERTENSI

1. ALINGKA DWI RIZKI                    (2017.02.005)
2. CHUSNUL CHOTIMAH                  (2017.02.008)
3. ILONA CINDY                                 (2017.02.019)
4. MUHAMMAD NURUL HIDAYAT (2017.02.024)
5. SAFIRA UMMI SALSABILA          (2017.02.035)
6. SITI MAULIYA                                 (2017.02.040)
7. SITI NUR HASANAH                      (2017.02.041)
8. ULYVIA DITA AYU AGUSTIN       (2017.02.044)
9. YUSTIKA KUSUMAWATI               (2017.02.047)
Desember 10, 2018 No komentar
LATAR BELAKANG

Dinegara industri, hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama. Di Indonesia, hipertensi juga merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan oleh dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer karena angka pre valensinya yang tinggi dan akibat jangka panjang yang ditimbulkannya. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabbnya atau idiopatik dan hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain.
Hipertensi primer meliputi lebih kurang 90% dari seluruh pasien hipertensi dan 10% lainnya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Hanya 50% dari golongan hipertensi sekunder dapat diketahui penyebabnya, dan dari golongan ini hanya beberapa persen yang dapat diperbaiki kelainannya. Oleh karena itu, upaya penanganan hipertensi primer lebih mendapatkan prioritas. Banyak penelitian dilakukan terhadap hipertensi primer baik mengenai patogenesis maupuntentang pengobatannya.




PENGERTIAN



           Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Secara umum, seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg (Elizabeth dalam Ardiansyah,M. 2012).

          Hipertensi juga sering diartikan sebagai suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg (Arif Muttaqin dalam Ardiansyah,M. 2012).

žSuatu peningkatan abnormal TD dlm PD arteri scr terus menerus > 1 periode žMeningkatnya TD dalam jangka waktu lama dengan TD >140/90 mmHg. žWHO => TD sistolik > 165/95 mmHg & 140/ 90 mmHg masih dianggap normal pd semua usia žKaplan membedakan sesuai usia & JK.
- LK < 45 th  Jika TD > 130/90 mmHg.
- LK > 45 th Jika TD > 140/95 mmHg.
- Pr > 160/95 mmHg.

GEJALA TEKANAN DARAH

q Sakit kepala
q Sakit kuduk
q Sulit Tidur
q Kelelahan
q Mual
q Muntah
q Sesak nafas
q Gelisah
q Pandangan kabur


PENYEBAB TEKANAN DARAH TINGGI

žq Usia
qž Diet
qž Stress
qž Genetik
qžGaya hidup tdk sehat => Merokok, Kurang aktivitas fisik/ berolahraga, Konsumsi minuman keras
žq Kegemukan
qž Kelainan ginjal
q žKontrasepsi hormonal
q žNeurogenik
qž Kehamilan
q G3 endokrin



KLASIFIKASI HIPERTENSI



TERAPI

Terapi obat :
žStep 1 : Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor2.
žStep 2 : Alternatif yang bisa diberikan
1) Dosis obat pertama dinaikan
2) Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama
3) Ditambah obat ke-2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator1.
žStep 3 : alternatif yang bisa ditempuh
1) Obat ke-2 diganti
2) Ditambah obat ke-3 jenis lain
žStep 4 : alternatif pemberian obatnya
1) Ditambah obat ke-3 dan ke-4
2) Re-evaluasi dan konsultasi

Terapi obat :
žStep 1 : Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor2.
žStep 2 : Alternatif yang bisa diberikan
1) Dosis obat pertama dinaikan
2) Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama
3) Ditambah obat ke-2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator1.
žStep 3 : alternatif yang bisa ditempuh
1) Obat ke-2 diganti
2) Ditambah obat ke-3 jenis lain
žStep 4 : alternatif pemberian obatnya
1) Ditambah obat ke-3 dan ke-4
2) Re-evaluasi dan konsultasi


KOMPLIKASI

1. Serangan Jantung
2. Gagal Ginjal
3. Stroke
4. Kebutaan



PENCEGAHAN HIPERTENSI

1. Menjaga berat badan ideal. berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih beresiko terserang hipertensi.
2. Berolahraga secara rutin. seseorang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari resiko terserang hipertensi. lakukan jalan cepat atau bersepedah 2-3 jam setiap minggu.
3. konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat. misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah,serta buah dan sayuran.
4. konsumsi konsumsi alkohol. mengkonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan resiko hipertensi.
5. berhenti merokok. meski rokok tidak menyebabkan hippertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan resiko serangan jantung dan store.
6. konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan. meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan resiko hipertensi.





Desember 08, 2018 No komentar


Desember 03, 2018 No komentar
Desember 02, 2018 No komentar

About me

Mahasiswa & Mahasiswa STIKES BANYUWANGI

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  Desember (4)
      • NAMA KELOMPOK
      • HIPERTENSI
      • LEAFLET
      • VIDEO - Konsep Askep Hipertensi S1 Keperawatan (S...

Created with by ThemeXpose